|
|
||
|
Rencana Kegiatan
Konservasi Regional
Pada tahun 2001, kelompok kerja kelautan badan dunia untuk kawasan perlindungan di Asia Tenggara (WCPA SEA) telah dibentuk untuk meneliti status dan kebutuhan kawasan perlindungan laut di kawasan ini. Inisiatif ini diketuai oleh Rili Djohani yang juga adalah Direktur TNC Indonesia Program. Sekretariat kelompok kerja ini terletak di kantor Coral Triangle Center (CTC), The Nature Conservancy di Bali, Indonesia. Pada tahun 2002, sebuah rencana aksi regional (RAR) telah dibuat melalui konsultasi-konsultasi dengan para ahli konservasi kelautan dan pemangku kepentingan kunci di kawasan ini.
RAR ini mengkonsolidasikan kekuatan dan kebutuhan dari negara-negara anggota WCPA SEA. RAR telah mengidentifikasi aksi yang diperlukan untuk mengatasi isu-isu yang menjadi perhatian bersama, dengan tetap memperhatikan isu-isu spesifik di tiap negara anggota. RAR menggambarkan sebuah kawasan dengan jaringan Kawasan Perlindungan Laut (KPL) yang efektif, mandiri dan mampu bertahan untuk keberlanjutan keragaman hayati dan kesejahteraan manusia, yang dirancang sehingga dapat menyesuaikan terhadap perubahan lingkungan lokal dan global, serta dikelola dengan memberdayakan dan tanggung jawab seluruh warga negara.
Tujuan jangka panjang RAR adalah untuk membentuk jaringan KPL yang efektif dan berfungsi pada tahun 2012, yang secara resmi diakui dan didukung secara aktif oleh pemerintah negara-negara di Asia Tenggara, dan diterapkan oleh otorita pengelolaan regional, nasional dan/atau lokal.
RAR telah mengidentifikasi lima isu prioritas yaitu 1) Perencanaan dan peancangan, 2) Pengelolaan yang adaptif, 3) Koordinasi dan penegakan , 4) Pengembangan dan penyadaran masyarakat, 5) Pendanaan berkelanjutan. Rencana aksi ini akan dilaksanakan dan disinergikan dengan program konservasi nasional dan regional lainnya termasuk program konservasi laut The Nature Conservancy di Indonesia.
Sebagai tambahan, RAR akan memperkenalkan fungsi dan tujuan KPL seperti di bawah ini: Konservasi keragaman hayati. Jaringan KPL akan melindungi dan memulihkan keragaman hayati laut and memberikan sebuah kerangka kerja yang sah untuk pembangunan keberlanjutan. Perikanan berkelanjutan. KPL akan mendukung keberlanjutan usaha penangkapan ikan dengan menjaganya guna mencegah kehancuran perikanan dan mempertahankan populasi ikan. Pariwisata berkelanjutan. KPL akan bermanfaat untuk pengembangan ekowisata dan memperkenalkan bentuk kemitraan baru dimana para pemangku kepentingan pariwisata terlibat dalam pengelolaan KPL. Pengelolaan Pesisir Terpadu. KPL akan menjadi sebuah contoh pengelolaan yang terpadu dan partisipatif dan menjadi pondasi untuk kegiatan konservasi lainnya.
|