English | Lihat PDF

Menanamkan Modal pada Masyarakat
Mengembangkan Kemampuan untuk Memperkuat Kawasan Perlindungan Laut

 

Seaweed farming ©Donald BasonDi Indonesia, negara yang jumlah penduduknya ke-empat terbesar di dunia, kami memahami bahwa kegiatan konservasi lebih dari sekedar bentangan daratan yang tidak berpenghuni. Kegiatan pelestarian adalah mengenai sikap dan perilaku manusia. Manusia dengan kemampuan dan sumberdayanya untuk melihat sistem ekologis dan peran mereka di dalamnya. The Nature Conservancy Coral Triangle Center (TNC-CTC) adalah tempat di mana orang berkumpul untuk saling berbagi pengalaman dan temuan-temuan ilmiah dalam mengatasi dampak ancaman-ancaman global seperti perubahan iklim dan ancaman lokal seperti penangkapan ikan berlebih dan penangkapan ikan dengan menggunakan peledak. Untuk mendukung kerja yang ambisius ini, CTC bekerja untuk mengembangkan kemampuan para pengelola sumberdaya kelautan Indonesia, staf pemerintah, dan stakeholder lainnya dalam perencanaan, perancangan, dan pengelolaan Kawasan Perlindungan Laut (KPL). CTC juga meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya KPL kepada masyarakat yang hidupnya sangat tergantung kepada laut. Kemampuan dan pengetahuan tersebut diperoleh melalui beragam pelatihan dan penyuluhan bagi masyarakat, yaitu:

Pelatihan Pengelolaan KPL. CTC telah mengembangkan sebuah pelatihan singkat tentang perencanaan dan pengelolaan KPL untuk para praktisi pelestarian di Indonesia. Pelatihan singkat ini menjelaskan bagaimana KPL dapat memberikan manfaat bagi perikanan berskala kecil dan komersil, serta bagaimana hubungannya dengan pengelolaan perikanan. Di samping itu, pelatihan ini juga memberikan petunjuk-petunjuk untuk merancang zonasi, perencanaan, serta program pengamanan kawasan, penyuluhan, pemantauan, dan pengembangan matapencaharian alternatif.

Pelatihan Pemantauan Sumberdaya. CTC melatih staf taman nasional dan praktisi kegiatan pelestarian di lapangan untuk memantau kondisi karang, lokasi pemijahan ikan, paus dan lumbalumba, hutan bakau dan hamparan lamun, juga pemantauan pola penggunaan sumberdaya di dalam dan sekitar kawasan yang dilindungi.

Pelatihan Matapencaharian Alternatif yang Ramah Lingkungan. Sebagai bagian dari usaha-usaha CTC untuk mengembangkan matapencaharian alternatif bagi masyarakat, nelayan yang tinggal di dalam dan sekitar taman nasional diberikan pelatihan mengenai sumber pendapatan yang ramah lingkungan, seperti misalnya budidaya rumput laut dan ikan, pelatihan memancing di laut dalam, tenun dan mengukir patung, serta pelatihan penyelaman SCUBA bagi pemandu wisata setempat.

Pertukaran Kunjungan. CTC memfasilitasi pertukaran kunjungan antar staf taman nasional di Indonesia dengan taman nasional lainnya di dunia, yaitu taman nasional di Ecuador, Mozambik, dan Kamboja. Lembaga ini juga memfasilitasi kegiatan pelatihan bagi murid sekolah tingkat menengah atas di Komodo.

Komunikasi dan Penyuluhan. CTC berupaya menumbuhkan pemahaman dan dukungan untuk KPL dari segala sektor masyarakat melalui kampanye media, laporanlaporan teknis, lokakarya bagi masyarakat, buku komik dan website.