English | Lihat PDF

Pengembangan Prioritas bagi Konservasi Laut
Menciptakan Dasar Ilmiah untuk Kegiatan Konservasi di Wilayah Segitiga Karang

 

Boundaries of the Coral Triangle, showing the Indonesian throughflow that connects the Pacific to the Indian Ocean ŠThe NatureAsia Tenggara memiliki terumbu karang yang sangat terpelihara dengan baik yang terletak di dalam dan sekitar wilayah timur Indonesia antara lautan India dan Pasifik, yang dikenal dengan wilayah Segitiga Karang. Pada tahun 2003, The Nature Conservancy Coral Triangle Center (TNC-CTC) mengadakan sebuah lokakary para ahli untuk mengidentifikasi batas wilayah Segitiga Karang, termasuk ekoregion dan sub-unitnya yang dikenal sebagai bentang laut yang fugnsional dalam wilayah segitiga tersebut. Wilayah ini menyimpan keragaman terumbu karang terbesar di dunia dan kondisinya masih relatif baik.

 

Berdasarkan hasil lokakarya, CTC memilih tiga ekoregion prioritas yaitu region Paparan Sunda, Sulawesi Tenggara, dan Papua, dan tiga bentang laut fungsional prioritas yaitu Kepulauan Paparan Sunda, Sulawesi Tenggara, dan Semenanjung Kepala Burung di Papua sebagai fokus upaya-upaya konservasi laut. Fungsi bentang laut ini sebagai unit geografi guna membentuk jejak alur jaringan Kawasan Perlindungan Laut (KPL) di dalam wilayah Segitiga Karang dan The Nature Conservancy akan mengumpulkan informasi ilmiah melalui Ecoregional Conservation Assessment (ECA) pada lokasilokasi tersebut.

 

ECA adalah metode yang sangat ampuh untuk memandu kegiatan konservasi laut di Indonesia di masa yang akan datang, dan membantu untuk mencapai tujuan dalam melindungi keragaman hayati terumbu karang terkaya di dunia. Pada saat kajian ilmiah ini, sebuah tim ahli dari The Nature Conservancy and organisasi- organisasi mitra menggunakan prinsip-prinsip ilmiah untuk memilih lokasi-lokasi yang penting untuk dilindungi, merumuskan tujuan, studi kelayakan, dan memetakan prioritas konservasi. Hal ini akan menghasilkan sebuah dasar ilmiah yang kuat bagi pegiat konservasi, perencana, dan ahli pembangunan untuk membuat keputusan yang bertanggungjawab.

 

The Nature Conservancy akan bekerjasama dengan pemerintah untuk memastikan bahwa daerah konservasi prioritas yang ditentukan melalui metode ini masuk dalam proses penentuan zonasi regional dan pembuatan kebijakan. Di samping itu, tim akan bekerja erat dengan masyarakat lokal dan para pemangku kepentingan lainnya untuk membangun dukungan bagi konservasi.

 

The Nature Conservancy akan menggunakan hasil kajiamt ilmiah kelautan untuk membuat rencana jaringan kawasan perlindungan laut untuk melindungi keragaman terumbu karang di tiga ekoregion; mengidentifikasi masalah utama terhadap lingkungan dan strategi untuk memberikan pedoman bagi lokasi-lokasi konservasi; dan memperkuat dukungan dari masyarakat lokal terhadap kegiatan konservasi.

 

Akhirnya, informasi ilmiah akan digunakan dalam upaya-upaya inovatif The Nature Conservancy yang lebih luas untuk mendirikan jaringan kawasan perlindungan laut yang satu sama lain saling berrhubungan melalui arus laut dan dirancang untuk mampu bertahan terhadap ancaman perubahan iklim global.