|
Inisiatif Pengelolaan Kolaborasi Taman Nasional
Komodo
Mengubah Proyek Komodo menjadi usaha yang bertanggungjawab dan
berkelanjutan

Setelah 10 tahun bekerja
untuk mendukung konservasi sumberdaya alam di Taman Nasional Komodo, The
Nature Conservancy Coral Triangle Center ( sebelumnya disebut Southeast
Asia Center for Marine Protected Area) telah berhasil mengalihkan
program-program konservasi yang dilakukan selama ini kepada sebuah
perusahaan baru untuk pengembangan wisata alam PT Putri Naga Komodo (PNK).
Hal ini sangat signifikan bagi langkah awal inisiatif pengelolaan secara
kolaborasi (KCMI), yang merupakan model yang tepat bagi perlindungan
Taman Nasional di Indonesia.
Perusahaan baru ini didirikan dengan tujuan utama untuk pengem-bangan
wisata alam, mempromosikan program-program konservasi, dan mendukung
pengelolaan sumberdaya alam dan operasional Taman Nasional Komodo (TNK).
Walaupun secara legal organisasi tersebut berbentuk perusahaan, seluruh
keuntungan PNK akan digunakan untuk mendukung pengelolaan dan
pengembangan TNK serta pengembangan matapencaharian alternatif dan
usaha-usaha bagi masyarakat lokal.
PNK bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Pemerintah
Kabupaten Manggarai Barat, masyarakat lokal, sektor pari-wisata, dan
para pemangku kepen-tingan lainnya guna menerapkan sebuah pendekatan
yang inovatif dan multi disiplin ilmu untuk mencapai pendanaan jangak
panjang yang berkelanjutan bagi TNK. Hal ini dicapai melalui pengelolaan
Taman Nasional yang professional, pengembangan wisata alam yang
berkelanjutan dan pemasarannya sebagai daerah kunjungan wisata.
PNK mendukung program-program konservasi diantaranya peman-tauan secara
menyeluruh ekosistem darat dan laut di Taman Nasional, termasuk kajian
terus menerus peman-faatan sumberdaya dan dampak-dampak pariwisata. PNK
juga akan memperbaiki sarana-sarana pariwisata yang ada di Taman
Nasional agar kese-lamatan dan kenyamanan pengunjung dapat lebih
terjamin.
Perusahan Putri Naga Komodo mengambil namanya dari legenda lokal di mana
seorang putri melahirkan anak kembar yaitu anak laki-laki dan seekor
Komodo, digambarkan sebagai hu-bungan antara manusia dan alam. PNK telah
mendapatkan ijin selama 30 tahun dari Departemen Kehutanan Republik
Indonesia untuk mengumpulkan pemasukan dari pengembangan dan pengelolaan
wisata alam di TNK. PNK saat ini sedang melakukan perekrutan staf yang
akan menempati posisi-posisi manajemen kunci dan hampir seluruh staf The
Nature Conservacy di kantor lapangan Komodo telah menjadi staf di PNK.
Sebagai langkah awal proyek, PNK telah mendapatkan dana hibah dari
Global Environmental Facility Bank Dunia. Dana hibah sebesar AS$5 juta
untuk kurun waktu tujuh tahun telah diberikan melalui sektor pendanaan
Bank Dunia bagi pihak swasta, International Coorporation Financial (IFC),
dengan hibah pendamping yang besarnya sama dari The Nature Conservancy.
Pada akhir periode hibah (2015), diharapkan bahwa TNK dapat mengumpulkan
cukup pemasukan dari pengembangan wisata alam guna keberlanjutan
pengelolaan dan kerja-kerja konservasi.
Pengelolaan secara kolaborasi
Kerangka
kerja pengelolaan secara kolaborasi dibuat untuk memaksi-malkan
keterlibatan para pemangku kepentingan dalam pengelolaan TNK. BTNK
berperan sebagai pengambil keputusan dalam pengelolaan TNK, dan BTNK
berbagi tanggung-jawab dengan PNK dalam operasional dan pengelolaan
sehari-hari. Sebuah tim baru yang diberi mandat oleh peme-rintah, Dewan
Pengelolaan Kolaborasi (DPK), akan memberikan masukan-masukan bagi BTNK
dan PNK. DPK terdiri dari perwakilan para pemangku kepentingan kunci dan
akan menerima masukan dari sebuah badan yang me-wakili seluruh komunitas
masyarakat yang disebut Dewan Konsultasi Masya-rakat (DKM). Pembentukan
DKM akan difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan
terdiri dari perwakilan nelayan, masyarakat lokal, LSM, industri
pariwisata, dan para pemangku kepentingan lainnya.
Taman Nasional Komodo
TNK diresmikan tahun 1980 dan dicanangkan sebagai Kawasan Warisan Dunia
oleh UNESCO pada tahun 1991. Luas total Taman Nasional adalah 1.817 km2
di mana sepertiga wilayahnya adalah daratan yang terdiri dari pulau
Komodo, Rinca, Gili Mota, Nusa Kode dan Padar, dan selebihnya adalah
perairan laut yang memiliki ekosistem terumbu karang, padang lamun,
hutan bakau, dan teluk-teluk yang terlindungi.
Pulau Komodo adalah rumah bagi 277 jenis hewan termasuk satwa komodo (Varanus
komodoensis) yang tidak terdapat di tempat lain di dunia, juga
hewan-hewan endemik teresterial yang jarang dijumpai. Terletak di
jantung Kawasan Segitiga Karang, atau pusat keanekaragaman hayati laut
di dunia, perairan di TNK merupakan tempat bagi lebih dari 1.000 jenis
ikan, 260 jenis karang pembentuk terumbu, beberapa jenis spons dan
invertebrata. Perairan di TNK juga tempat bagi mamalia laut, diantaranya
dugong, dan 18 jenis paus dan lumba-lumba.
Informasi lebih lanjut dapat diperoleh di website
www.komodonationalpark.org
|