Rangkaian Kepulauan Derawan yang
terbentang lebih dari 100mil sepanjang garis pantai Kalimantan Timur,
merupakan salah satu daerah yang paling kaya secara biologis di Indonesia. Di kepulauan ini air dari Sungai
Berau bercampur dengan air dari Laut Sulawesi menciptakan suatu bentang laut
yang unik dengan ciri sebuah delta sungai yang lebar menuju ke gosong karang
yang tersebar, terumbu karang tepi dan atol.
Berdasarkan hasil survei
yang baru saja dilakukan oleh The Nature Conservancy dan sekelompok ahli internasional,
di Kepulauan Derawan terdapat lebih dari 460 jenis karang. Hal ini menjadikan
Kepulauan Derawan sebagai daerah yang memiliki keragaman karang keras
tertinggi nomor dua di dunia setelah Kepulauan Raja Ampat di Indonesia bagian
Timur. Penelitian ini juga mencatat adanya lebih dari 870 jenis ikan, mulai
dari kuda laut Pygmy yang sangat kecil sampai pari manta raksasa. Sangat
sering ditemukan sekelompok besar pari manta yang berjumlah hingga 50 ekor
tampak terlihat sedang mencari makan di perairan Derawan.
Selain keragaman karang
dan ikannya, Kepulauan Derawan juga merupakan lokasi terbesar di Indonesia untuk tempat peneluran penyu
Hijau yang langka. Penyupenyu itu muncul dari laut setiap malam untuk
bertelur di pantaipantai berpasir putih di Pulau Sangalaki dan Pulau Derawan.
Pulau lainnya, yaitu Pulau Semama merupakan cagar burung yang penting, dan di
Pulau Kakaban terdapat danau dengan ubur-ubur yang terbanyak dan beragam di
seluruh dunia dengan terdapatnya 4 jenis ubur-ubur tanpa sengat. Saat ini
Pulau Kakaban dinominasikan sebagai sebuah Kawasan Warisan Dunia UNESCO.
Penangkapan ikan dan
invertebrata laut seperti timun laut secara berlebihan, penangkapan penyu,
dan praktek penangkapan ikan yang merusak merupakan ancaman bagi jenis,
habitat dan mata pencaharian masyarakat pesisir di masa kini dan mendatang.
Lingkungan laut di
Kepulauan Derawan juga terancam oleh pola penggunaan lahan yang tidak ramah
lingkungan di daerah aliran sungai Berau. Kegiatan tersebut menyebabkan
endapan lumpur dan polusi terhadap terumbu karang. Masalah inilah yang saat
ini dicarikan jalan keluarnya bersama dengan Pemerintah Kabupaten Berau oleh
tim daratanThe Nature Conservancy.
Untuk melindungi
kepulauan yang unik ini, The Nature Conservancy menjalin kemitraan yang erat
dengan WWF, Mitra Pesisir (sebuah proyek USAID) dan Kehati, yang akan bekerja
bersama dengan pemerintah kabupaten dan propinsi, LSM lokal Bestari dan
Kalbu, dan masyarakat setempat, serta membentuk sebuah kawsan perlindungan
laut yang dikelola bersama yang mencakup daerah pemanfaatan dan daerah larang
ambil. Strategi ini akan membantu kegiatan pelestarian keanekaragaman hayati
di Derawan dan juga memberikan manfaat bagi masyarakat setempat yang sangat
tergantung pada sumber daya laut untuk kehidupan mereka sehari-hari. Untuk
mendukung kegiatan di lapangan, pada tahun 2004 The Nature Conservancy
mendirikan sebuah kantor lapangan di Derawan.
Pada tahun yang akan
datang, The Nature Conservancy dan mitranya akan bekerja bersama dengan
pemerintah daerah dan masyarakat setempat menentukan batas-batas dan zonasi
kawasan perlindungan laut yang baru, menerapkan pengelolaan kawasan
perlindungan laut yang efektif, dan mengintegrasikan sistem perlindungan laut
Kepulauan Derawan tersebut ke dalam rencana tata ruang daerah Kabupaten Berau
yang baru. Strategi kerjasama ini akan memastikan keberlangsungan hidup dari
seluruh untaian kehidupan laut yang membuat Kepulauan Derawan sebagai salah
satu tempat yang paling kaya dan unik di dunia.